Kesederhanaan Makan Rasulullah
Nabi tak pernah kenyang selama hidupnya, bahkan lebih
banyak dan lebih sering lapar

Oleh: Zaidul Akbar
JIKA kita amati,
mengapa penyakit di zaman dahulu tidak separah dan tidak seberat manusia
modern. Apa sebab?
Ternyata jawabannya terletak pada seberapa sederhana seseorang mengkonsumsi makanan hariannya.
Ternyata jawabannya terletak pada seberapa sederhana seseorang mengkonsumsi makanan hariannya.
Hal ini sebenarnya telah dicontohkan oleh Baginda
Rasulullah sallallahu ‘alaihiwasallam. Beliau begitu sederhana dalam urusan
makanan yang beliau konsumsi yang akhirnya membuat beliau menjadi manusia yang
sangat sehat, baik secara fisik maupun secara qolbu.
Hal ini sebenarnya dapat kita praktekkan dalam
kehidupan sehari-hari, artinya kesederhanaan seseorang dalam mengkonsumsi
makanan hariannya lah yang menenetukan sedikit banyak penyakit, yang kalaulah
itu menjadi takdir untuknya, meski hal ini belumlah menjadi faktor penentu 100
persen.
Namun, jika kita mencontoh Rasulullah, ya benar
sekali, beliau tak pernah kenyang selama hidupnya, bahkan beliau lebih banyak
dan lebih sering lapar daripada kenyang atau kekenyangan, karena memang salah
satu penyebab lemahnya iman seseorang adalah banyaknya makanan.
Yah, percaya, wisata kuliner dan berbagai ragam
makanan masa kini plus dengan berbagai bahan-bahan sintetik didalamnya, sangat
mengundang selera manusia untuk mengkonsumsinya, tapi sebenarnya insan yang
bijak adalah insan yang memperhatikan sekali apa yang masuk ke dalam perutnya,
sehingga semakin sederhana makanan yang ia konsumsi dan semakin alami, maka
semakin kecil peluang ia mendapatkan sakit yang berat.
Jadi ya, jangan tanya kenapa banyak mengalami keluhan
dan sakit sakit yang sedikit banyak menganggu aktifitas sehari-hari jika yang
dikonsumsi adalah makanan “sampah” atau makanan minuman yang memang tidak layak
masuk ke dalam tubuh manusia.
Tinggal kita sendiri yang menilai, selama ini lebih
banyak kita makan untuk memenuhi hawa nafsu lebih dominan atau justru makan
benar benar hanya sekedar memuaskan lidah, bahasa sederhananya, enak di mulut,
sampah di perut.*
http://www.hidayatullah.com/kolom/hidup-sehat-islami/read/2014/08/27/28127/kesederhanaan-makan-rasulullah.html#.VO_twUDuPDc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar