Senin, 15 September 2014

Sebening Mutiara :)



Sebening Mutiara 
15 September 2014
 
Nalarku terbang bersama sejuta asa yang terpendam dalam qolbu
Seakan-akan jasadku pun ikut terbang jauh disana
Terbang jauh ,terus menjauh dan semakin jauh . . .
Sampailah diriku pada alam kedamaian-Mu
Sampailah diriku di atas sajadah  kebesaran-Mu
Aku mencari , aku mengadu , aku termenung dan aku diam
Entah mengapa . . .
Dihadapan-Mu tiba-tiba aku terpaku dan membisu
Membisu tanpa sedikitpun suara lisan terucap
Hanya hati,  jiwa dan naluri yang bisa mengucap
Akhirnya sedikit demi sedikit kata hatiku terbuka
Kata hati itu di balut dengan sebening mutiara
Yang mempercantik dan menenteramkan hatiku
Aku tersadar Robbi . . .
Aku hina, aku kotor, sangat kotor
Hasrat ini sangat menggebu untuk mencintai-Mu
Tapi , sejenak hati ini berbisik
Aku hina, aku dzolim
Aku tak pantas berada dalam singgasana-Mu
Yang hanya pantas di huni oleh hamba-hamba-Mu yang pantas
Namun , sejenak hati kecil ini menjawab
Tidak , kau pantas !
Hanya saja kau belum pantas
Sang kholik adalah sang ghofur
Sang ghofur adalah arrohman
Renungilah
Hayatilah . . .
Kenalilah dan dekatilah sang ghofur lebih dekat lagi
Agar kau sadar dank au tersentak
Bahwa arrohman selalu menyelimuti mu untuk selamanya
Dan untuk selama-lamanya . . .






Cirebon , 11 Oktober 2012
Pukul : 23.36 WIB
Karya : Sekar Wulan




Sebening Mutiara 
15 September 2014
 
Nalarku terbang bersama sejuta asa yang terpendam dalam qolbu
Seakan-akan jasadku pun ikut terbang jauh disana
Terbang jauh ,terus menjauh dan semakin jauh . . .
Sampailah diriku pada alam kedamaian-Mu
Sampailah diriku di atas sajadah  kebesaran-Mu
Aku mencari , aku mengadu , aku termenung dan aku diam
Entah mengapa . . .
Dihadapan-Mu tiba-tiba aku terpaku dan membisu
Membisu tanpa sedikitpun suara lisan terucap
Hanya hati,  jiwa dan naluri yang bisa mengucap
Akhirnya sedikit demi sedikit kata hatiku terbuka
Kata hati itu di balut dengan sebening mutiara
Yang mempercantik dan menenteramkan hatiku
Aku tersadar Robbi . . .
Aku hina, aku kotor, sangat kotor
Hasrat ini sangat menggebu untuk mencintai-Mu
Tapi , sejenak hati ini berbisik
Aku hina, aku dzolim
Aku tak pantas berada dalam singgasana-Mu
Yang hanya pantas di huni oleh hamba-hamba-Mu yang pantas
Namun , sejenak hati kecil ini menjawab
Tidak , kau pantas !
Hanya saja kau belum pantas
Sang kholik adalah sang ghofur
Sang ghofur adalah arrohman
Renungilah
Hayatilah . . .
Kenalilah dan dekatilah sang ghofur lebih dekat lagi
Agar kau sadar dank au tersentak
Bahwa arrohman selalu menyelimuti mu untuk selamanya
Dan untuk selama-lamanya . . .






Cirebon , 11 Oktober 2012
Pukul : 23.36 WIB
Karya : Sekar Wulan




Sebening Mutiara 
15 September 2014
 
Nalarku terbang bersama sejuta asa yang terpendam dalam qolbu
Seakan-akan jasadku pun ikut terbang jauh disana
Terbang jauh ,terus menjauh dan semakin jauh . . .
Sampailah diriku pada alam kedamaian-Mu
Sampailah diriku di atas sajadah  kebesaran-Mu
Aku mencari , aku mengadu , aku termenung dan aku diam
Entah mengapa . . .
Dihadapan-Mu tiba-tiba aku terpaku dan membisu
Membisu tanpa sedikitpun suara lisan terucap
Hanya hati,  jiwa dan naluri yang bisa mengucap
Akhirnya sedikit demi sedikit kata hatiku terbuka
Kata hati itu di balut dengan sebening mutiara
Yang mempercantik dan menenteramkan hatiku
Aku tersadar Robbi . . .
Aku hina, aku kotor, sangat kotor
Hasrat ini sangat menggebu untuk mencintai-Mu
Tapi , sejenak hati ini berbisik
Aku hina, aku dzolim
Aku tak pantas berada dalam singgasana-Mu
Yang hanya pantas di huni oleh hamba-hamba-Mu yang pantas
Namun , sejenak hati kecil ini menjawab
Tidak , kau pantas !
Hanya saja kau belum pantas
Sang kholik adalah sang ghofur
Sang ghofur adalah arrohman
Renungilah
Hayatilah . . .
Kenalilah dan dekatilah sang ghofur lebih dekat lagi
Agar kau sadar dank au tersentak
Bahwa arrohman selalu menyelimuti mu untuk selamanya
Dan untuk selama-lamanya . . .






Cirebon , 11 Oktober 2012
Pukul : 23.36 WIB
Karya : Sekar Wulan


Renungan Seorang Muslim

Renungan Seorang Muslim

Pengakuan seorang muslim sejati . . .
Terkadang menorehkan luka di hati
Tak sempat menjadi apa yang di inginkan
Tak sempat menjadi wanginya bunga dalam kehidupan
Sudah payah ,lusuh dan tak terarah
            Tak selamanya hati ini penuh cahaya illahi
            Tak selamanya hati ini merasakan sejuknya lantunan illahi
            Terkadang iblispun menerobos dalam hati yang penuh iman . . .

Menerobos . . .
Menyelundup mencari celah-celah munkar dalam jiwa insani
Menitipkan berjuta bisikan nafsu
Menorehkan beribu penyakit hati . . .

               Tapi muslim sejati tak boleh kalah
               Meraunglah pada iblis
               Marahlah pada iblis , usir dia , singkirkan dia
               Singkirkan dia dengan lafadz “LAILAHAILLAH” . . .




                                             Cirebon , 22 Juni 2012
                                            Karya : Sekar Wulan